Daya Tarik yang Dimiliki Pantai Bosur

1. Memiliki Sejarah Nama yang Menarik

Nama ‘Bosur’ yang disematkan pada pantai ini diperoleh dari kombinasi Mahjong Slot nama bupati Tapanuli Tengah (Bonaran Situmeang) dan wakil bupati Tapanuli Tengah (Sukran Tanjung). Ketika pilkada, nama mereka (Bonaran dan Sukran) disingkat menjadi ‘Bosur’. Akan tetapi, nama pantai ini diganti menjadi nama baru di tanggal 31 Juli 2019.

Pantai Bosur berganti nama secara resmi menjadi PIP (Pantai Indah Pandan). Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah lah yang laksanakan penggantian nama pantai tersebut. Tujuan penggantian nama adalah sebagai usaha tindak lanjut atas aspirasi masyarakat dan untuk menghilangkan perasaan ragu masyarakat setempat.

Keraguan berikut berkenaan dengan nama ‘Bosur’ yang mengarah pada singkatan dari nama bupati serta wakil bupati Tapanuli Tengah sebelumnya. Oleh gara-gara itu, obyek penggantian nama baru diharapkan supaya wisatawan tertarik untuk mampir ke pantai ini. Sehingga sampai sekarang pun pantai ini dikenal dengan nama PIP.

Sebelum dinamakan ‘Bosur’, pantai ini terhitung dulu dinamakan Pantai Kahona. Akan tetapi, sesudah berganti nama dengan terdapatnya penguat Keputusan Bupati Nomor 1523/HKM/2019, nama pantai beralih permanen menjadi PIP (Pantai Indah Pandan). Penggantian nama disambut baik oleh para tokoh masyarakat dan masyarakat.

2. Mendapatkan Perhatian Khusus dari Pemerintah Setempat

Bisa dibilang, Pantai Bosur adalah tempat wisata yang tetap gates of olympus berusia muda. Pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah merapikan kawasan pantai ini dan baru resmikan di bulan Desember 2013 yang lalu. Pantai berikut disulap menjadi tempat wisata baru yang di dukung dengan pembangunan berbagai fasilitas memadai.

Kabarnya, pemerintah setempat menggelontorkan duit sejumlah Rp 12 milyar untuk laksanakan penyempurnaan pada tempat wisata ini. Sejumlah duit berikut digunakan untuk pembangunan dan penambahan fasilitas dan prasarana layaknya taman bermain anak, foodcourt di pesisir pantai, jetski, boat, dan banana boat.

Selain itu, dibangun pula masjid terapung yang seolah mendampingi deretan masjid terapung yang lain supaya pemandangannya layaknya kawasan pantai Losari yang tersedia di Makassar. Dibangun pula spot kuliner di pesisir pantai yang menjual berbagai sajian menu makanan dari hasil laut yang diolah dengan rasa masakan khas lokal.

Pemerintah setempat terhitung membangun ikon berbentuk menara yang bertuliskan ‘I Love Tapteng’ di kawasan Pantai Bosur. Dari menara tersebut, kelihatan pemandangan alam yang tersedia di kawasan pantai. Sarana dan prasarana yang dibangun oleh pemerintah setempat menjadi bukti bahwa sesungguhnya pantai ini mendapat perhatian secara khusus.

3. Menyuguhkan Panorama Alam yang Indah

Tidak kalah cantiknya dengan pantai-pantai lain yang telah terkenal di kalangan wisatawan, pantai yang dulu mengalami mahjong slot penggantian nama mulai dari Kahona, Bosur sampai Indah Pandan ini terhitung menyuguhkan pemandangan keindahan alam yang ga ada duanya. Pantai berikut membawa hamparan pasir putih yang membentang.

Panorama alamnya begitu indah meski Pantai Bosur terdapat di garis daratan paling depan dan dikelilingi oleh pemukiman warga. Air lautnya biru dan jernih, pasir putih terhampar di selama pesisir pantai, serta langit biru berpadu dengan awan putih menjadi daya tarik tersendiri di mata wisatawan yang mampir berkunjung.

Penggantian nama menjadi PIP (Pantai Indah Pandan) tidak memicu wisatawan menyurutkan minat untuk berkunjung, namun tambah penggantian nama sekaligus renovasi memicu kawasan pantai menjadi terkenal di kalangan wisatawan. Menariknya lagi, disana wisatawan terhitung bisa laksanakan berbagai kesibukan menarik.